Nama: Ruben Abram
NIM: 1801377793
Nomor peserta lari: 6920
Jurusan: Sistem Informasi
KESAN DAN PESAN SEBAGAI PELARI :
Pada hari Minggu, 15 Maret 2015, saya mengikuti charity event Run for Leprosy yang diselenggarakan oleh Teach for Indonesia dan didukung oleh Binus University. Saya mengikuti acara ini bersama dengan 8 teman saya. Ini merupakan yang kedua kalinya saya mengikuti acara seperti ini. Saya merasa sangat senang bisa mengikuti acara Run for Leprosy ini. Saya pernah mempunyai keinginan untuk bisa menikmati suasana Alam Sutera pada saat pagi-pagi sekali dan keinginan saya tercapai setelah mengikuti acara Run for Leprosy ini. Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya karena saya bisa beramal bersenang senang serta bercanda tawa dengan teman-teman saya.
Saya bangun pagi pada pukul 05.00 untuk mulai bersiap-siap datang ke tempat acara. Saya keluar dari apartemen tempat saya pada pukul 05:40 dan sampai di Universitas Bina Nusantara pada pukul 5:45. Sesampainya di Universitas Bina Nusantara, saya menempelkan BIB (nomor dada) yang harus ditempel sebelum kami mulai berlari. Ketika selesai menempelkan BIB saya berjanjian untuk berkumpul bersama teman-teman saya di depan Universitas Bina Nusantara sebelum acara lari mulai.
Sesampainya di tempat acara saya
melihat begitu banyak orang yang sudah datang menandakan mereka sangat antusias
dalam mengikuti acara ini. Saya juga melihat banyak stand sponsor di area Binus University. Acara lari untuk rute 5K
dimulai pada pukul 06:15. Saya dan teman-teman saya pun mulai berlari sekuat
tenaga untuk bisa mencapai garis finish.
Di tengah rute kami berlari, kami diberikan minuman untuk mengembalikan cairan tubuh kami
yang hilang karena keringat sebelum kembali berlari. Dan akhirnya saya bisa mencapai garis finish . Setelah saya mencapai garis finish,
saya diberikan medali sebagai tanda telah menyelesaikan rute yang diberikan dan sebuah pisang serta minuman pengganti ion tubuh. Setelah mencapai garis finish saya dan teman-teman saya pun istirahat sejenak dan menikmati acara yang ada di panggung , yang berupa senam dan mendengarkan musik yang diputar disana.Pesan saya kepada panitia mungkin untuk menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi acara berlari, karena saya melihat banyak sampah berserakan akibat tempat sampah yang kurang memadai, sehingga jadi kurang sedap dipandang mata atau diperbanyak panitia di sekeliling rute berlari untuk mengingatkan peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tetapi saya melihat secara keseluruhan kerja panitia sudah cukup baik dalam menyelenggarakan acara ini sehingga acara ini bisa berjalan dengan cukup baik.
PENGETAHUAN TENTANG KUSTA
Penyakit kusta atau juga
dikenali sebagai penyakit Hansen dan juga Leprosy, merupakan penyakit
berjangkit yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Nama penyakit
Hansen datang daripada orang yang menjumpai Mycobacterium leprae,
G.A.Hansen. Pengidap penyakit Hansen biasanya dipanggil pesakit kusta
atau dalam bahasa Inggeris lepers, walaupun penggunaan istilah lepers
semakin ditinggalkan kerana jumlah pesakit yang berkurangan dan sebagai
mengelak stigma buruk yang dikaitkan dengan pesakit kusta.
Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan
mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa
diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif,
menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak
seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan
anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath.
Penyakit kusta merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala infeksi
kronis yang terjadi pada jaringan saraf dan juga kulit. Penyebab penyakit kusta
ini adalah karena Mycobacteriym leprae. Basil yang ditemukan dari penyakit
kusta atau lepra ini mirip dengan basil pada penyakit TBC, berupa ulet yang
banyak mengandung lilin yang sulit untuk ditembus oleh obat, dan ulet ini juga
tahan akan asam dan pertumbuhannya juga agak lebih lama.
Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan
merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah
pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin,
klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta
tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson. Sejak 1995, WHO memberikan paket obat
terapoi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan.
Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif
dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman
dan mudah. jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat.
Kusta
merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ
tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota
tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun
infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya
panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien
mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.
Komitmen Saya terhadap Kusta :
- Saya akan selalu mendukung program - program yang dilakukan oleh organisasi - organisasi untuk membantu teman - teman kita yang terkena penyakit kusta.
- Saya akan berusaha mengurangi beban dan penderitaan penderita kusta dengan berbagai usaha dan aksi nyata.
- Kita tidak seharusnya membiarkan mereka yang diluar sana terjangkit penyakit kusta semakin menderita dan tidak ada yang mempedulikan mereka, kita harus memulai aksi seperti acara Run For Leprosy ini untuk membantu meringankan penderitaan mereka.
- Saya akan berusaha untuk mensosialisasikan penyakit ini kepada orang - orang yang belum mengetahui lebih jelas lagi tentang penyakit ini, sehingga dapat lebih mengetahui dan bisa membantu mereka yang terjangkit penyakit kusta.
- Saya akan mendukung segala jenis kegiatan yang bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena penyakit kusta.
- Saya akan berusaha membuang stigma buruk mengenai penyakit kusta yang ada di masyarakat.
- Memberi semangat kepada mereka yang terkena penyakit kusta untuk tetap semangat dalam menjalani hidup.
- Tentunya dengan menyelenggarakan lebih banyak lagi acara seperti Run For Leprosy ini, ditambah dengan ide - ide yang menarik sehingga kita dapat meringankan beban mereka yang terkena panyakit ini. Dengan memberikan mereka perhatian dan bantuan yang cukup, menurut saya itu sangatlah berarti untuk mereka.
- Selain itu, dapat juga diadakan seminar pengetahuan penyakit kusta juga, baik terhadap orang - orang yang belum tahu, ataupun orang - orang yang terkena penyakit itu sendiri. Kita harus mengajarkan bagaimana mereka dapat tetap berkontribusi dalam kemasyarakatan, bukan semakin terpuruk dimakan waktu.
- Pemerintah dan berbagai organisasi harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit kusta sehingga masyarakat tidak berpandangan buruk terhadap penyakit kusta.
- Perlu diadakan kegiatan-kegiatan positif seperti Run for Leprosy dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang terkena penyakit kusta



No comments:
Post a Comment