Wednesday, June 3, 2015

CB DUTA KEBERSIHAN SOSIALISASI

Nama : Ruben Abram

NIM: 1801377793

Hari/tanggal : Rabu 3 Juni 2015

Kegiatan : Sosialisasi

Hari ini saya dan kelompok saya melakukan sosialisasi kebersihan di kampus Binus Alsut tepatnya di lantai 5 gedung main campus Binus Alsut. Pada saat sosialisasi kami menjelaskan kepada penjual makanan minuman disini cara bersih-bersih dengan benar dan cara penempatan tempat sampah yang tepat agar pembeli bisa membuang sampah pada tempatnya….. Kelompok kami senang karena penjual disini sangat memahami penjelasan yang kami berikan. Semoga penjual disini bisa selalu ingat dengan penjelasan yang kami berikan pada hari ini dan agar nantinya bisa berguna bagi penjual tersebut diluar dari pekerjaannya.






CB DUTA KEBERSIHAN [ DAY 4 ]

Nama : Ruben Abram

NIM: 1801377793

Hari/tanggal : Selasa 4 Mei 2015

Kegiatan : Duta Kebersihan

Ini adalah hari terakhir kami bersih-bersih disini, kami sangat senang karena pada hari terakhir ini sedikit sekali sampah yang kami bersihkan. Kami sangat terkesan dengan usaha kami melakukan kebersihan disini, karena ini membuktikan usaha kami bersih-bersih disini sangat berpengaruh disekitar sini. Nilai pancasila yang kami terapkan: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena warga disini dan kami bersikap adil kepada lingkungan sekitar yang kami bersihkan karena keadilan menurut saya bukan hanya kepada sesama manusia tapi kepada lingkungan hidup dan binatang juga termasuk. 






CB DUTA KEBERSIHAN [ DAY 3 ]

Nama : Ruben Abram

NIM: 1801377793

Hari/tanggal : Selasa 30 April 2015

Kegiatan : Duta Kebersihan

kami melaksanakan kegiatan kebersihan kami untuk yang ketiga kalinya, hari itu kita melakukan bersih-bersih lumayan banyak padahal di hari kedua hanya sedikit, mungkin di karenakan warga sekitar lupa bersih-bersih minggu ini tapi walaupun begitu kita tetap senang melakukan bersih-bersih disini karna banyak pohon rimbun dan cuaca tidak panas kita bersyukur sekali Nilai pancasila yang kami terapkan adalah nilai ke-Tuhanan karna kami bersyukur pada hari itu cuaca sangat mendukung kami untuk bersih-bersih.














CB DUTA KEBERSIHAN [ DAY 2 ]

Nama : Ruben Abram

NIM: 1801377793

Hari/tanggal : Selasa 21 April 2015

Kegiatan : Duta Kebersihan


Saya dari kelompok 2 kelas LH11 telah melakukan kegiatan sosialisasi kebersihan bersama kelompok saya di Cluster Celesta yang terletak tidak jauh dari area kampus Alam Sutera Bridging Campus . Pihak RT perumahan Celesta menyetujui kegiatan yang akan kami lakukan dan cukup menyambut dengan baik. Di bagian area taman tidak terdapat banyak sampah yang mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi banyak daun kering dan ranting pohon yang jatuh.



Pengalaman dalam melaksanakan tugas kebersihan oleh TFI (Teach For Indonesia) Bina Nusantara pada mata kuliah Character Building Pancasila ini dapat menambah karakter yang dimiliki untuk lebih peduli terhadap lingkungan yang berhubungan dengan cuaca pada saat ini yang tidak karuan dikarenakan oleh perilaku manusia sendiri yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Maka dengan itu, saya dan kelompok saya sedang melakukan hal-hal kecil yang sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan disekitar perumahan Cluster Celesta. Walaupun hanya dari suatu hal-hal yang kecil tetapi hal tersebut sudah sangat berguna untuk lingkungan sekitar. Ayo peduli Lingkungan.


Adapun kendala pada saat melakukan hal duta kebersihan ini adalah pada saat kami sudah membersihkan sampah tersebut seperti memunguti sampah kemudian sampah-sampah tersebut terbang kemana-mana karena tertiup oleh hembusan angin. Jadinya, kelompok kami bersusah payah lagi untuk membereskan lagi.


Solusi dari kendala tersebut adalah kita harus berhati-hati saat sedang membersihkan lingkungan sekitar dan waspada terhadap hembusan angin agar sampah-sampah tersebut tidak berterbangan dan seharusnya salah satu dari teman di kelompok kami harus memberi tahu jika ada hembusan angin kemudian kami siap siaga untuk memunguti kembali dan buanglah di tempat sampah yang telah disediakan. Jangan sembarangan memasukkan sampah ke tempat sampah secara asal tanpa memisahkan sesuai identitas sampah tersebut. Misalnya, jika sampah tersebut merupakan sampah basah atau dari sampah yang berasal dari tumbuhan maupun sisa dari makanan sebaiknya kita pungut dengan menggunakan sarung tangan, kemudian masukkan ke dalam tong sampah organik. Begitupun sampah lainnya, misalnya sampah bekas bungkusan makanan sebaiknya buanglah di tong sampah yang non organik.


Tujuan kami melakukan kegiatan ini adalah untuk mengamalkan sila ke 2 pancasila yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab” mengajarkan kita bahwa kegiatan yang dimulai dari hal kecil dengan penuh tanggung jawab akan menghasilkan suatu manfaat yang sangat besar.









Tuesday, April 14, 2015

CB DUTA KEBERSIHAN [ DAY 1 ]

Nama : Ruben Abram 
NIM: 1801377793
Hari/tanggal : Senin 13 April 2015
Kegiatan : Duta Kebersihan

Saya dari kelompok 2 kelas LH11 telah melakukan kegiatan sosialisasi kebersihan bersama kelompok saya di Cluster Celesta yang terletak tidak jauh dari area kampus Alam Sutera Bridging Campus. Kami telah meminta persetujuan dari pihak RT perumahan Celesta untuk mengerjakan tugas CB kami sebagai duta kebersihan. Pihak RT perumahan Celesta menyetujui kegiatan yang akan kami lakukan dan cukup menyambut dengan bai
k. Di bagian area taman tidak terdapat banyak sampah yang mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi banyak daun kering dan ranting pohon yang jatuh.

  Pengalaman yang dapat saya ambil dari kegiatan ini yaitu kita sesama manusia harus saling mengingatkan betapa pentingnya kebersihan lingkungan kita, dan kita harus selalu peduli dengan kebersihan lingkungan kita sendiri.
   Dari kegiatan ini ada beberapa nilai pancasila yang dapat kita terapkan, yaitu nilai kekompakann bekerja dari sebuah team dan nilai bertoleransi untuk saling mengingatkan menjaga kebersihan .

   Berikut ini adalah beberapa foto dari hasil kegiatan kami :






                                                               


sesudah membersihkan :








Friday, March 20, 2015

RUN FOR LEPROSY 2015


Nama: Ruben Abram
NIM: 1801377793
Nomor peserta lari: 6920
Jurusan: Sistem Informasi

KESAN DAN PESAN SEBAGAI PELARI :

  Pada hari Minggu, 15 Maret 2015, saya mengikuti charity event Run for Leprosy yang diselenggarakan oleh Teach for Indonesia dan didukung oleh Binus University. Saya mengikuti acara ini bersama dengan 8 teman saya. Ini merupakan yang kedua kalinya saya mengikuti acara seperti ini. Saya merasa sangat senang bisa mengikuti acara Run for Leprosy ini. Saya pernah mempunyai keinginan untuk bisa menikmati suasana Alam Sutera pada saat pagi-pagi sekali dan keinginan saya tercapai setelah mengikuti acara Run for Leprosy ini. Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan seumur hidup saya karena saya bisa beramal bersenang senang serta bercanda tawa dengan teman-teman saya.

 Saya bangun pagi pada pukul 05.00 untuk mulai bersiap-siap datang ke tempat acara. Saya keluar dari apartemen tempat saya pada pukul 05:40 dan sampai di Universitas Bina Nusantara pada pukul 5:45. Sesampainya di Universitas Bina Nusantara, saya menempelkan BIB (nomor dada) yang harus ditempel sebelum kami mulai berlari. Ketika selesai menempelkan BIB saya berjanjian untuk berkumpul bersama teman-teman saya di depan Universitas Bina Nusantara sebelum acara lari mulai.
 
               
Sesampainya di tempat acara saya melihat begitu banyak orang yang sudah datang menandakan mereka sangat antusias dalam mengikuti acara ini. Saya juga melihat banyak stand sponsor di area Binus University. Acara lari untuk rute 5K dimulai pada pukul 06:15. Saya dan teman-teman saya pun mulai berlari sekuat tenaga untuk bisa mencapai garis finish. Di tengah rute kami berlari, kami diberikan minuman untuk mengembalikan cairan tubuh kami yang hilang karena keringat sebelum kembali berlari. Dan akhirnya saya bisa mencapai garis finish . Setelah saya mencapai garis finish, saya diberikan medali sebagai tanda telah menyelesaikan rute yang diberikan dan sebuah pisang serta minuman pengganti ion tubuh. Setelah mencapai garis finish saya dan teman-teman saya pun istirahat sejenak dan menikmati acara yang ada di panggung , yang berupa senam dan mendengarkan musik yang diputar disana.


Pesan saya kepada panitia mungkin untuk menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi acara berlari, karena saya melihat banyak sampah berserakan akibat tempat sampah yang kurang memadai, sehingga jadi kurang sedap dipandang mata atau diperbanyak panitia di sekeliling rute berlari untuk mengingatkan peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tetapi saya melihat secara keseluruhan kerja panitia sudah cukup baik dalam menyelenggarakan acara ini sehingga acara ini bisa berjalan dengan cukup baik.
 PENGETAHUAN TENTANG KUSTA

  Penyakit kusta atau juga dikenali sebagai penyakit Hansen dan juga Leprosy, merupakan penyakit berjangkit yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Nama penyakit Hansen datang daripada orang yang menjumpai Mycobacterium leprae, G.A.Hansen. Pengidap penyakit Hansen biasanya dipanggil pesakit kusta atau dalam bahasa Inggeris lepers, walaupun penggunaan istilah lepers semakin ditinggalkan kerana jumlah pesakit yang berkurangan dan sebagai mengelak stigma buruk yang dikaitkan dengan pesakit kusta.
Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath.
Penyakit kusta merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala infeksi kronis yang terjadi pada jaringan saraf dan juga kulit. Penyebab penyakit kusta ini adalah karena Mycobacteriym leprae. Basil yang ditemukan dari penyakit kusta atau lepra ini mirip dengan basil pada penyakit TBC, berupa ulet yang banyak mengandung lilin yang sulit untuk ditembus oleh obat, dan ulet ini juga tahan akan asam dan pertumbuhannya juga agak lebih lama.
Kelompok Kerja WHO melaporkan Kemoterapi Kusta pada 1993 dan merekomendasikan dua tipe terapi multiobat standar. Yang pertama adalah pengobatan selama 24 bulan untuk kusta lepromatosa dengan rifampisin, klofazimin, dan dapson. Yang kedua adalah pengobatan 6 bulan untuk kusta tuberkuloid dengan rifampisin dan dapson. Sejak 1995, WHO memberikan paket obat terapoi kusta secara gratis pada negara endemik, melalui Kementrian Kesehatan. Strategi ini akan bejalan hingga akhir 2010. Pengobatan multiobat masih efektif dan pasien tidak lagi terinfeksi pada pemakaian bulan pertama. Cara ini aman dan mudah. jangka waktu pemakaian telah tercantum pada kemasan obat.


Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.



Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah melalui sekresi hidung, basil yang berasal dari sekresi hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam. Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang.

Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.

Komitmen Saya terhadap Kusta :

  1. Saya akan selalu mendukung program - program yang dilakukan oleh organisasi - organisasi untuk membantu teman - teman kita yang terkena penyakit kusta.
  2. Saya akan berusaha mengurangi beban dan penderitaan penderita kusta dengan berbagai usaha dan aksi nyata.
  3. Kita tidak seharusnya membiarkan mereka yang diluar sana terjangkit penyakit kusta semakin menderita dan tidak ada yang mempedulikan mereka, kita harus memulai aksi seperti acara Run For Leprosy ini untuk membantu meringankan penderitaan mereka.
  4. Saya akan berusaha untuk mensosialisasikan penyakit ini kepada orang - orang yang belum mengetahui lebih jelas lagi tentang penyakit ini, sehingga dapat lebih mengetahui dan bisa membantu mereka yang terjangkit penyakit kusta.
  5.  Saya akan mendukung segala jenis kegiatan yang bertujuan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena penyakit kusta. 
  6. Saya akan berusaha membuang stigma buruk mengenai penyakit kusta yang ada di masyarakat. 
  7.  Memberi semangat kepada mereka yang terkena penyakit kusta untuk tetap semangat dalam menjalani hidup. 
SARAN SAYA MENGENAI SOSIALISASI YANG BAIK TERHADAP PENYAKIT KUSTA


  1. Tentunya dengan menyelenggarakan lebih banyak lagi acara seperti Run For Leprosy ini, ditambah dengan ide - ide yang menarik sehingga kita dapat meringankan beban mereka yang terkena panyakit ini. Dengan memberikan mereka perhatian dan bantuan yang cukup, menurut saya itu sangatlah berarti untuk mereka.
  2. Selain itu, dapat juga diadakan seminar pengetahuan penyakit kusta juga, baik terhadap orang - orang yang belum tahu, ataupun orang - orang yang terkena penyakit itu sendiri. Kita harus mengajarkan bagaimana mereka dapat tetap berkontribusi dalam kemasyarakatan, bukan semakin terpuruk dimakan waktu.
  3. Pemerintah dan berbagai organisasi harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penyakit kusta sehingga masyarakat tidak berpandangan buruk terhadap penyakit kusta. 
  4. Perlu diadakan kegiatan-kegiatan positif seperti Run for Leprosy dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang terkena penyakit kusta